![]() |
| Tokoh Sejarah Luwu, A Abdullah Sanad Kaddiraja, didampingi Kabag Humas & Protokoler Pemda Luwu, Muh Ansir Ismu. |
Rekam jejak perjuangan Datu Luwu, Andi Djemma yang penuh heroik dalammengusir bangsa asing yang menjajah Indonesia selama sekian abad tetap dikenang hingga saat ini lewat peristiwa Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) yang diperingati setiap tanggal, 23 Januari, oleh masyarakat Luwu Raya.
Memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-72 yang jatuh pada tanggal 17 Agustus 2017 mendatang, Koran Akselerasi, berkesempatan mewawancarai tokoh sejarah Luwu, Andi Abdullah Sanad Kaddiraja, di kediamannya, Kelurahan Sakti, Kecamatan Bua, Rabu (2/8/2017). AS Kaddiraja yang mengetahui persis sepak terjang perjuangan Datu Luwu, Andi Djemma, mengisahkan di Hari Perlawanan Rakyat Luwu pada 23 Januari 1946 silam, Andi Djemma memimpin ribuan masyarakat Luwu menyerang pasukan sekutu Belanda yang pada saat itu menguasai Kota Palopo.
"Sebelum penyerbuan besar-besaran ke Palopo, dilakukan konsolidasi pasukan di Lapangan Bua. Andi Tenriadjeng pada waktu itu, mencabut kerisnya di hadapan Andi Djemma lalu berkata; keris ini tidak akan ia sarungkan apabila bangsa penjajah masih bercokol di tanah air," tutur Andi Abdullah Sanad Kaddiraja, didampingi Kabag Humas & Protokoler Pemda Luwu, Muhammad Ansir Ismu.
Dalam peperangan itu, sambung AS Kaddiraja, rakyat Luwu menyerang pasukan penjajah Belanda dan sekut menggunakan senjata tradisional serta beberapa senjata modern hasil rampasan dari tentara Jepang yang juga sempat ikut menjajah bangsa Indonesia.
"Selain itu, Andi Djemma sempat memprakarsai pertemuan raja-raja se Sulawesi Selatan untuk berikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kami selaku masyarakat Luwu, dan peneliti sejarah, sangat mengapresiasi kebijakan pemerintah yang telah menetapkan Andi Djemma sebagai Pahlawan Nasional. Harapan saya di HUT RI ke-72 ini, negara (RI) memperhatikan Kerajaan Luwu yang ada sekarang, melestarikan budaya di daerah ini. Sebab, perjuangan yang dilakukan Datu Luwu, Andi Djemma kala itu, dilatarbelakangi ketulusan hati seorang raja memberikan daerahnya kepada NKRI," kunci Andi Abdullah Sanad Kaddiraja. (TOM)

Posting Komentar untuk "Refleksi HUT RI ke-72, AS Kaddiraja: Sosok Andi Djemma Simbol Kegigihan Perjuangan Rakyat Luwu"