Menjadikan Soros Kambing Hitam

8.189 Views

 

Oleh: Mubarak Djabal Tira 
Di Indonesia, cukup sebut nama George Soros. Langsung ramai. Rupiah melemah? Konspirasi Soros. Kritik kebijakan? Agen Soros. Ekonom beri peringatan? Pasti dibayar Soros. Narasi ini sudah jadi kebiasaan. Murahan, tapi masih ampuh.

Padahal Soros bukan dalang besar. Ia spekulan kawakan. Motifnya sederhana, cari untung dari celah kebijakan. Itu saja.

Buktinya jelas. Tahun 1992, ia mematahkan pound sterling Inggris. Bank of England memaksakan nilai tukar yang tidak masuk akal. Tahun 1997, ia ikut serang baht Thailand dan ringgit Malaysia. Fundamentalnya sudah rapuh. Soros tak ciptakan krisis. Ia hanya mempercepat runtuhnya.

Kini narasi itu hidup lagi di Tanah Air. Rupiah memang tertekan. Defisit kuartal pertama sudah besar. Asumsi harga minyak dalam APBN meleset jauh. Kebijakan sering berubah mendadak. Investor keluar. Bukan karena rapat gelap di New York. Mereka hanya baca data yang sama dengan kita.

Tapi menyalahkan Soros sepenuhnya terlalu mudah. Tekanan rupiah juga datang dari luar. Dolar AS masih kuat. Suku bunga global tinggi. Geopolitik membuat investor waspada. Negara tetangga pun merasakan getahnya. Meski rupiah sering lebih liar.

Pemerintah punya cerita lain. Ada program prioritas besar. Butuh dana banyak. BI sudah intervensi. Cadangan devisa masih cukup. Konsumsi domestik kuat. Menurut mereka, ini tantangan transisi. Bukan kegagalan total.

Memang ada masalah. Regulasi kerap berubah di tengah jalan. Vietnam dan Malaysia lebih stabil menarik investor. Tapi Indonesia beda. Skalanya lebih besar. Kerumitannya lebih tinggi.

Soros juga punya sisi lain. Lewat Open Society Foundations, ia danai demokrasi, transparansi, dan HAM. Bagi sebagian, itu bermanfaat. Bagi yang lain, itu campur tangan asing. Kekhawatiran itu wajar. Asal jangan jadi tameng.

Intinya sederhana. Indonesia bukan korban satu orang. Ada kelemahan di dalam. Ada tekanan dari luar. Menjadikan Soros kambing hitam hanya menunjukkan kepandiran kita dalam melihat masalah, sama halnya menyalahkan segalanya ke faktor eksternal.

Spekulan selalu ada. Selama celah terbuka, mereka datang. Tugas kita menutup celah itu. Dengan kebijakan yang matang. Konsisten. Transparan.

Kalau tidak, diskusi kita akan terus macet di level konspirasi. Padahal bangsa ini butuh solusi yang serius. (**)

Posting Komentar untuk "Menjadikan Soros Kambing Hitam"