ads

Slider[Style1]

Politik

Metro

Hukum

Daerah

Olahraga

Merasa Namanya Dicemarkan Lewat Pemberitaan, Kuasa Hukum FKJ Melapor ke Polisi

Kuasa Hukum
Kuasa Hukum FKJ, Irham Amin SH.
AKSELERASI- Akibat merasa namanya telah dicermarkan lewat pemberitaan di salah-satu media online, Kepala DPMPTSP Kota Palopo, Farid Kasim Judas (FKJ), melalui tim kuasa hukumnya, Irham Amin & Rekan, akhirnya memilih menempuh jalur hukum dengan melapor secara resmi ke Polda Sulsel, Jumat (14/6/2019).

Dalam Press Realise-nya yang diterima Redaksi Koran Akselerasi sore tadi, kuasa hukum FKJ, Irham Amin SH, menyebut pihaknya mengadukan oknum wartawan Berita News.com ke aparat penegak hukum atas dugaan tindak pidana pencemaran nama baik melalui sarana informasi dan transaksi elektronik, dengan sangkaan Pasal 27 ayat (3) UU No: 11/2008 tentang ITE Joncto Pasal 45 ayat (3) UU No: 19/2016 tentang perubahan atas UU No: 11/2008 tentang ITE, dengan ancaman pidana 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar.

Sebelum mengadu ke polisi, pihaknya telah berkonsultasi ke Dewan Pers di Jakarta, pada 13 Juni 2019 lalu, perihal adanya pemberitaan di media tersebut yang diduga bertentangan UU 40/1999 tentang pers, serta kode etik jurnalistik.

"Klien kami (FKJ, red) sudah memberi waktu yang cukup lama sejak tanggal 28 Mei 2019 lalu kepada pihak Berita News.com agar segera meminta maaf atas adanya pemberitaan tersebut. Belakangan, permohonan maaf itu tak diindahkan oleh pihak terlapor," ujar Irham Amin.

Dikatakan Irham Amin, Farid Kasim Judas selaku kliennya, merasa dirugikan dengan beberapa pemberitaan yang dilansir media Berita News.com, diantaranya dengan judul "Putra Mahkota Palopo Diduga Dalang Korupsi PLTMH dan Keripik Zaro Rp11 M" tertanggal 10 Mei 2019, dan berita lainnya dengan judul "Aroma Korupsi Revitalisasi Lapangan Pancasila Diduga Seret Farid Judas" tertanggal 24 Mei 2019.

"Hingga saat ini, berita-berita tersebut masih ada di laman website Berita News.com. Perlu kami sampaikan atau ingatkan kepada masyarakat pembaca untuk tidak menyebarluaskan informasi dalam berita tersebut, karena tindakan penyebarluasan berita tersebut memiliki konsekuensi hukum," imbuh Irham Amin. (RLS)

Kuasa Hukum FKJ, Irham Amin SH. AKSELERASI - Akibat merasa namanya telah dicermarkan lewat pemberitaan di salah-satu media online, Kepal...

Polres Palopo Masuk 5 Besar Zona Integritas di Sulsel

Kapolres Palopo, AKBP Ardiansyah saat memberikan keterangan pers. 
AKSELERASI- Dari 24 polres se wilayah Polda Sulawesi Selatan, Polres Palopo berhasil menempati posisi lima besar "Zona Integritas" bersama Polres Maros, Polres Pelabuhan Makassar, Polres Pangkep, Polres Toraja, dan Polres Parepare.

Disampaikan  Kapolres Palopo, AKBP Ardiansyah SIk, dalam siaran persnya Senin (13/5/2019), Polres Palopo berada di Zona Integritas, atas pertimbangan pelayanan prima yang telah diberikan kepada masyarakat.

Khusus untuk Polres Palopo, papar AKBP Ardiansyah, pihaknya telah menyediakan pusat pelayanan terpadu. Indikator "Zona Integritas" meliputi pelayanan secara umum dan pelayanan penegakan hukum di wilayah Polres Palopo.

"Pelayanan umum itu, seperti penerapan e-tilang, SKCK, SIM, dan lain-lain. Polres Palopo juga dikategorikan sebagai kawasan bebas pungli dan korupsi," tegas AKBP Ardiansyah.

Ditambahkan, "Zona Integritas"  tolak ukurnya antara lain dari aspek tingkat profesionalitas atau integritas personil dalam memberikan pelayanan ke masyarakat, serta tingkat kepuasan masyarakat atas pelayanan yang telah disuguhkan.

"Masyarakat yang mengeluhkan pelayanan yang diberikan jajaran Polres Palopo dapat mengadukan kondisi tersebut melalui media sosial Polres Palopo yakni Facebook, massenger, WhatsApp, Twitter, Instagram, dan Email maupun YouTube. Pengaduan yang masuk tersebut, langsung akan diaudit secara internal," tandas AKBP Ardiansyah lewat pesannya yang diterima Koran Akselerasi, Selasa (14/5/2019) siang tadi. (TOM)


Kapolres Palopo, AKBP Ardiansyah saat memberikan keterangan pers.  AKSELERASI- Dari 24 polres se wilayah Polda Sulawesi Selatan, Polres ...

Bacakan Pledoi, PH Minta Hakim PN Palopo Bebaskan Mustari

PH
PH Mustari, Syaifullah SH.
AKSELERASI- Sidang lanjutan kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang mendudukkan Mustari SH MH, selaku terdakwa, di Pengadilan Negeri (PN) Palopo, kembali bergulir, Selasa (2/4/2019), dengan agenda pembacaan pledoi oleh PH terdakwa, Syaifullah Hamsa SH.

Di depan majelis hakim yang diketuai, Erwino Mathelis Amahorseja SH, PH terdakwa Mustari, Syaifullah meminta agar hakim PN Palopo membebaskan kliennya dari segala tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Alasannya, semua yang dituduhkan JPU ke terdakwa, sudah terjawab di persidangan berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh saksi-saksi yang telah dihadirkan.

"Keterangan saksi, saudara Andi Zulkarnaen, selaku ketua pengelola prodi Universitas 45 (Univ Bosowa, red), membenarkan bahwa uang kuliah mahasiswa per semester Rp5 juta, dengan perincian Rp3,5 juta biaya perkuliahan, dan Rp1,5 juta biaya operasional. Biaya Rp1,5 juta ini yang digunakan untuk membiaya keperluan dan kebutuhan dosen selama proses perkuliahan berjalan di Palopo," ungkap Syaifullah.

Sehingga, dengan mengacu rincian biaya tersebut di atas, Syaifullah meyakini jika kliennya Mustari tidak bersalah dan kasus yang bergulir di PN tersebut sama-sekali tidak memenuhi unsur pasal 372 dan 378 KUHP sebagaimana yang disangkakan kepada terdakwa.

Kasus ini, sudah bergulir sekitar 2,5 bulan di PN Palopo. Dalam kasus tersebut, bertindak sebagai saksi korban (pelapor, red), masing-masing Tombi, H Awaluddin, dan Rafli. (ARSYAD-TOM)

PH Mustari, Syaifullah SH. AKSELERASI- Sidang lanjutan kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang mendudukkan Mustari SH MH, selaku ter...

Polres Lutra Fokus Pengamanan Pilpres/Pileg 2019

Kasat
Kasat Reskrim Polres Lutra, AKP Rijal S.Sos.
AKSELERASI- Seluruh personil jajaran Polres Luwu Utara, akan disiagakan penuh jelang Pemilihan Umum Presiden dan Legislatif (Pilpres/Pileg) yang berlangsung serentak tanggal 17 April 2019 mendatang.

Kasat Reskrim Polres Lutra, AKP Rijal S.Sos MH, yang dihubungi Koran Akselerasi, Sabtu (16/3/2019), mengungkapkan, pengamanan Pilpres/Pileg 2019, melibatkan seluruh personil.

Lanjut dikatakan AKP Rijal, jelang berlangsungnya kontestasi politik lima tahunan tersebut, kondisi keamanan dan ketertiban (Kamtibmas) di wilayah Polres Lutra, semakin membaik.

Meski demikian, sesuai instruksi Kapolres Lutra, AKBP Boy F Samola, penjagaan harus tetap diperketat. Upaya tersebut, dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan bersama. "Kita berharap, pilpres dan pileg tahun berjalan aman, damai, dan penuh demokrasi," tutur AKP Rijal. (ARSYAD)

Kasat Reskrim Polres Lutra, AKP Rijal S.Sos. AKSELERASI- Seluruh personil jajaran Polres Luwu Utara, akan disiagakan penuh jelang Pemil...

Transksi 50 Gram Sabu-sabu, BNN Palopo Tangkap 3 Pria di Buntu Datu

BNN Palopo
BNN Kota Palopo berhasil ungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu seberat 50 gram.
AKSELERASI- Aktivitas pelaku peredaran narkotika, terus dipersempit ruang geraknya oleh jajaran Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palopo. Di awal 2019, BNN berhasil mengungkap dan membongkar jaringan pengedar sabu-sabu seberat 50 gram yang dikendalikan seorang bandar berstatus napi Lapas Makassar, berinisial AL.

Dalam konferensi persnya, Jumat (1/2/2019) siang tadi, Kepala BNN Palopo, AKBP Ismail, didampingi Kasat Narkoba Polres Palopo, AKP Zainuddin, menyampaikan tiga warga resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut, yakni RN, RS, dan AB. Mereka diringkus pada saat hendak melakukan transaksi narkotika golongan I di Kelurahan Buntu Datu, Kecamatan Telluwanua, belum lama ini.

Dari penangkapan tersebut, BNN menyita barang bukti satu bal sabu-sabu seberat kurang lebih 50 gram. Bisnis sabu itu, dikendalikan AL, seorang bandar yang berstatus narapidana di Lapas Makassar.

"Kita dapat informasi, tersangka RN membawa narkotika (sabu-sabu, red) dari Parepare melalui jalur Toraja-Palopo. Di lokasi penangkapan, sudah ada RN, bersama RS, AR, MO, dan AD. Singkatnya, hasil penggeledahan ditemukan sabu seberat 50 gram digantung di ranting pohon dekat tempat mereka duduk. RN mengaku sabu itu ia bawa dari Parepare," ujar AKBP Ismail.

Selain sabu seberat 50 gram senilai Rp150 juta, petugas BNN menyita barang-bukti lainnya, berupa dua buah hand phone (HP). Hasil pengembangan, pihak BNN menangkap tersangka lainnya, AB, yang sudah dua kali melakukan pembelian sabu dengan barang-bukti satu lembar tanda setoran tunai senilai Rp200 ribu, dan satu buah HP ikut diambil dari tangannya.

"Tiga orang kita jadikan tersangka, RN, RS, dan AB. Mereka, kini menjalani penahanan. Dua rekan mereka lainnya, AR, dan MO, tidak cukup bukti ditingkatkan ke proses penyidikan," tegas AKBP Ismail.

Untuk RN, urai AKBP Ismail, dijerat pasal 114 ayat (2) atau pasal 112 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1) UU No: 35/2009 tentang narkotika, RS dijerat pasal 114 ayat (1) Jo pasal 132 ayat (1) UU No: 35/2009 tentang narkotika, dan AB, dijerat pasal 114 aya (1) subs pasal 127 ayat (1) huruf (A) Jo pasal 132 ayat (1) UU No: 35/2009 tentang narkotika.

Di akhir siaran persnya, AKBP Ismail, mengharapkan warga Palopo tidak segan melaporkan apabila mendengar atau mengetahui adanya transaksi maupun peredaran narkotika di lingkungannya. (ARI)

BNN Kota Palopo berhasil ungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu seberat 50 gram. AKSELERASI- Aktivitas pelaku peredaran narkotika,...

OPINI NURDIN SH: Anjing Menggonggong, Kafilah Berlalu!

Nurdin
Nurdin SH.
BEBERAPA waktu lalu, tepatnya tanggal 9 Desember 2018, masyarakat di seluruh dunia memperingati Hari Anti Korupsi.

Ini merupakan peringatan yang ke-15 sejak pertama kali ditetapkannya hari anti korupsi yang diresmikan pada 9 Desember 2003.

Hakikat dari hari anti korupsi itu adalah membangkitkan kesadaran serta kewaspadaan kita terhadap maraknya praktik korupsi di berbagai negara.

Juga bagaimana peranan suatu bangsa dalam melawan korupsi, baik memeranginya maupun dalam melakukan upaya pencegahan terhadap korupsi.

Di berbagai negara, peringatan hari anti korupsi diperingati dengan berbagai cara, yang jika di Indonesia salah-satunya adalah turun ke jalan berunjuk rasa.

Pertanyaannya, apakah dengan turun ke jalan berunjuk rasa dapat lebih efektif menekan perilaku koruptif sebagian orang?

Menurut pandangan penulis, bahwa turun ke jalan berunjuk rasa tidak mempengaruhi perilaku koruptif sebagian orang, bahkan tindak pidana korupsi semakin menunjukkan peningkatan yang luar biasa sebagaimana kita saksikan pemberitaan di media.

Unjuk rasa dan perilaku koruptif hampir boleh dibilang "Anjing menggonggong kafilah berlalu" yang mana orang-orang yang berperilaku koruptif akan mengatakan, bahwa biarkan orang lain berbicara, mencemooh tidak perlu dihiraukan jangan dimasukkan ke dalam hati.

Berunjuk rasa dengan harapan, akan membawa perubahan ke arah yang lebih baik, tapi apakah dengan berdemo, yang tidak jarang berteriak menghina orang lain, menutup jalan umum, membakar ban bekas dapat membawa perubahan ke arah yang lebih baik?

Penulis yang kebetulan juga merupakan seorang mahasiswa, mengajak kepada rekan-rekan mahasiswa untuk senantiasa berpikir kritis dan analisis.

Ambil contoh; korupsi yang disuarakan, nah di sinilah peran mahasiswa untuk dapat lebih kreatif memaparkan ide, gagasan, dan solusi agar para pengambil kebijakan tidak mengambil hak rakyat atau hak orang lain yang bukan menjadi miliknya.

Tidak berhenti sampai pada tahap ide, gagasan dan solusi cerdas yang ditawarkan, tapi bagaimana kemudian mahasiswa mampu mengimplementasikan agar negara ini tidak dicekoki oleh 'tikus' pengambil hak orang lain (uang rakyat).

Senjata mahasiswa sebagai Agent of Change adalah buku, selembar kertas, batang ballpoint dan perangkat teknologi bukan dengan mikrofon.

Seorang guru besar salah satu perguruan tinggi Malaysia, Prof Musyafir Kelana, pernah mengatakan, bahwa "Jika ingin mengeluarkan pendapat janganlah melalui demonstrasi tapi cobalah membuat konsep berpendapat yang lebih ilmiah dan rasional."

Terakhir, penulis hendak mengungkapkan kata bijak seorang presenter dan juga jurnalis kawakan Najwa Shihab "Banyak anak muda yang tumbang karena korupsi, mereka lupa visi dan hanyut pada nikmat duniawi." Wassalam. (****) 

*) Penulis adalah mahasiswa PPs IAIN Palopo

Nurdin SH. BEBERAPA waktu lalu, tepatnya tanggal 9 Desember 2018, masyarakat di seluruh dunia memperingati Hari Anti Korupsi. Ini mer...

SIARAN PERS: 2018, BNN Palopo Amankan 21,3597 Gram Sabu-sabu

BNN Palopo
Kepala BNN Palopo saat memberikan keterangan pers di hadapan awak media.
AKSELERASI- Lewat siaran persnya, Rabu (19/12/2018), Badan Narkotika Nasional (BNN) Palopo, mengumumkan pihaknya berhasil menindak tiga kasus narkotika, dengan jumlah 10 tersangka, tujuh sudah dilimpahkan ke PJU, dan tiga lainnya dalam proses lidik.

Kepala BNN Palopo, Ismail Husain, di hadapan awak media, membeberkan penangkapan 10 tersangka dari tiga kasus Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang diuraikan tadi, BNN menyita barang bukti (BB) narkotika jenis sabu-sabu seberat 21,3597 gram, beserta uang senilai Rp15.400.000.

"Dua dari tiga kasus yang diungkap ini, merupakan kasus jaringan peredaran narkotika yang dikendalikan dari balik lembaga pemasyarakat (lapas), seluruh pelaku telah kita jerat UU Narkotika nomor: 35/2009," tegas Ismail Husain.

Terkait penanganan rehabilitasi, tambah Ismail Husain, BNN sudah bekerjasama beberapa klinik, rumah sakit, dan puskesmas. Data yang dimiliki BNN, 25 warga rawat jalan di Klinik Pratama Wijaya Sakti BNN, empat di RSUD Sawerigading, dua orang di PKM Waru, 16 di RS Mujaisyah, dan 24 di Rumah Rehab Hati. Selain itu, BNN juga memberikan layanan tes urine terhadap 2.527 masyarakat umum lainnya. (MUHAMMAD ISHARI) 

Kepala BNN Palopo saat memberikan keterangan pers di hadapan awak media. AKSELERASI- Lewat siaran persnya, Rabu (19/12/2018), Badan Nar...

OPINI NURDIN SH: Mati Rasa

Nurdin
Aiptu Nurdin SH.
HAMPIR di setiap pemberitaan, baik itu di media cetak maupun di media elektronik, pemberitaan mengenai dugaan tindak pidana korupsi-lah yang mendominasi.

Rasa-rasanya tidak afdal suatu pemberitaan tanpa memuat mengenai perkara korupsi. Memang, kasus yang satu ini merupakan penyakit yang membebani negara-negara berkembang seperti Indonesia.

Ibaratnya, koruptor itu sebagai parasit/benalu yang mengisap pohon akan menyebabkan pohon itu mati dan saat pohon itu mati, maka para koruptor pun akan ikut mati karena tidak ada lagi yang bisa diisap.

Keprihatinan Muhtar Lubis  (wartawan senior) atas meratanya kasus korupsi ini sehingga beliau pernah berucap, bahwa "Praktik korupsi di Indonesia sudah membudaya."

Dr Alfitra (2011-146) Pengajar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengatakan, bahwa setidaknya ada tiga hal penyebab tindak pidana korupsi itu terjadi;

Pertama karena keserakahan.
Orang tipe seperti ini sebenarnya tidak mendesak secara ekonomi tetapi kekuasaan yang tidak terbendung menyebabkan dia terlibat praktik korupsi, yang menurut penulis, bahwa mental orang seperti ini adalah mental rakus atau serakah.

Kedua karena kebutuhan.
Hal ini terkadang terjadi akibat keterdesakan pemenuhan kebutuhan dasar dan ini dilakukan oleh kebanyakan pegawai atau karyawan rendahan. Misalnya, hendak membayar uang sekolah anaknya.

Ketiga karena adanya peluang.
Korupsi yang satu ini umumnya dilakukan oleh para pejabat yang ingin cepat kaya dengan jalan pintas. Pejabat yang senantiasa menafsirkan makna ungkapan "Kesempatan hanya datang sekali" secara negatif.

Pada setiap kesempatan, penulis senantiasa menyampaikan kepada kawan, bahwa perilaku koruptif sebagian orang hanyalah karena gaya hidup. Contoh, seorang belum bisa memiliki barang mewah dengan gaji yang ada.

Oleh karena mengikuti gaya hidup, maka dia akan memaksakan diri mengambil uang, yang tentu di dalam hatinya diketahui, bahwa uang tersebut bukanlah miliknya atau tidak sepantasnya dia miliki.

Kita harus meyakini, bahwa jika hanya untuk kebutuhan hidup (bukan gaya hidup), Allah SWT tidak akan pernah menyakiti ciptaannya. Bahkan, binatang sekecil apapun. Ambil contoh cicak yang dalam lagunya "...Diam-diam merayap datang seekor nyamuk, hap...lalu ditangkap".

Maknanya, bahwa rejeki Anda akan datang dengan sendirinya jika Anda senantiasa berusaha dengan baik dan berdoa kepada Allah SWT, hal ini dapat terlihat dengan nyata, bila dianalogikan contoh cicak di atas.

Untuk itu, jika Anda ingin terhindar dari perilaku koruptif, maka tanamkan dalam diri, bahwa korupsi itu adalah perbuatan tercela dan bertentangan dengan nilai-nilai kebaikan yang kita anut.

Sebab bila masih ada nilai-nilai kebaikan yang diantaranya nilai ”siri” (malu) dalam diri, maka Anda tidak akan tega memberi makan keluarga Anda dengan uang asal kejahatan (korupsi).

Namun yang menjadi soal, ketika orang sudah tidak punya rasa malu alias mati rasa sebagaimana umumnya pejabat yang tertangkap oleh penegak hukum karena dugaan tindak pidana korupsi. Wassalam. (****) 


*) Penulis adalah penyidik senior Polres Palopo

Aiptu Nurdin SH. HAMPIR di setiap pemberitaan, baik itu di media cetak maupun di media elektronik, pemberitaan mengenai dugaan tindak pi...

Kasat Lantas: Pengamanan Tahun Baru Dipusatkan di Lapangan Pancasila

AKP Rahman.
AKSELERASI- Konsentrasi pengamanan puncak malam tahun baru, akan dipusatkan di kawasan Lapangan Pancasila.

Hal itu, disampaikan Kasat Lantas Polres Palopo, AKP Rahman, kepada Koran Akselerasi, Kamis (13/12/2018) sore tadi. Unit Satlantas Palopo, juga mendirikan pos di beberapa titik untuk mempermudah warga memperoleh pelayanan hukum.

Menurut kasat, seluruh personil lantas akan dikerahkan mengamankan acara "Car Free Night" di seputaran Lapangan Pancasila.

"Lokasi itu akan disterilkan, demi menjaga keamanan dan ketertiban selama pesta malam tahun baru. Untuk operasi Lilin, berlangsung H-7 dan berakhir H+7," tukas AKP Rahman. (ARI)

AKP Rahman. AKSELERASI - Konsentrasi pengamanan puncak malam tahun baru, akan dipusatkan di kawasan Lapangan Pancasila. Hal itu, disam...

Over Kapasitas, 18 Napi Palopo Dikirim ke Luar Daerah

Kalapas
Indra Sofyan.
AKSELERASI- Jumlah narapidana yang menghuni di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palopo, saat ini dalam kondisi penuh sesak.

Banyaknya napi, membuat kapasitas lapas sudah tidak mampu menampung warga binaan yang jumlahnya dua kali lipat dari daya tampung.

Menurut Kepala Lapas Kelas IIA Palopo, Indra Sofyan, (Kamis (13/12/2018), untuk mensiasati over kapasitas tahanan di Lapas Kelas IIA Palopo, pihaknya terpaksa mengirim 18 napi untuk ditampung di tiga lapas yang ada di Sulsel.

"Daya tampung kita 335 napi, tetapi jumlah napi yang ditahan sekarang ini mencapai 710 orang. Untuk mengurangi kepadatan warga binaan, terpaksa beberapa napi kita kirim ke lapas lain, diantaranya 13 orang ke Lapas Enrekang, satu orang ke Lapas Masamba, dan empat orang ke Lapas Parepare," tandas Indra Sofyan. (ARS)

Indra Sofyan. AKSELERASI- Jumlah narapidana yang menghuni di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palopo, saat ini dalam kondisi pe...

Polres: Pengamanan Natal & Tahun Baru di Palopo Libatkan 320 Personil

AKP Sanodding.
AKSELERASI- Selama Natal dan tahun baru, Polres Palopo akan mengerahkan kekuatan 320 personil mengamankan dua agenda perayaan tersebut. Khusus Natal, dari 70 gereja di Palopo, lima diantaranya mendapat pengamanan ekstra ketat.

Informasi itu, disampaikan Kabag Ops Polres Palopo, AKP Zanodding, Rabu (12/12/2018). Selain Kepolisian, 320 personil pengamanan ini, urai AKP Zanodding, merupakan gabungan aparat TNI, Sapol-PP, dishub, damkar, dinkes, dan BPBD.

"Terdapat 70 gereja di Palopo, lima gereja diantaranya memiliki jemaat paling banyak yang akan dijaga sampai 20 personil, kelima gereja itu yakni Gereja Katolik Mikael Jln RA Kartini, Gereja Toraja Jemaat Maranatha di Pattene, Gereja Kristus Yesus Jln Durian, Gereja Toraja Jemaat Pniel Jln Tosappaile, dan Gereja Toraja Jemaat Immanuel Jln Salak," paparnya.

Konsentrasi pengamanan juga difokuskan di beberapa titik rawan, seperti Lapangan Pancasila, Lagota (PNP, terminal, dan sekitarnya), dan Pelabuhan Tanjung Ringgit, dll. Selain menekan kriminalitas, pengamanan lalu-lintas juga digelar untuk mengurangi pelanggaran dan kasus-kasus kecelakaan. (MUHAMMAD ISHARI)

AKP Sanodding. AKSELERASI- Selama Natal dan tahun baru, Polres Palopo akan mengerahkan kekuatan 320 personil mengamankan dua agenda pera...

OPINI NURDIN SH: Apakah Hukum Itu Adil?

Nurdin
Nurdin SH.
TIDAK satu pun pakar hukum di dunia yang dapat mendefinisikan hukum itu secara lengkap serta memuaskan semua pihak. Demikian kalimat dosen di awal-awal perkuliahan semester satu pada fakultas hukum.

Kalimat di atas ada benarnya, sebab untuk mendefinisikan hukum, bergantung dari perspektif mana orang itu melihatnya.

Preman kampung misalnya, akan melihat hukum dengan cara pandang yang berbeda dengan birokrat atau politisi. Sehingga, tidak heran ketika 2 (dua) orang sarjana hukum bertemu, berbeda pandangan dan hal itu biasa dalam ilmu hukum sepanjang didukung dengan argumentasi yang kuat.

Sama halnya memperdebatkan hukum dan keadilan. Perdebatan itu sejak zaman dahulu kala, hal ini disebabkan karena seringkali orang mengira, kalau berbicara tentang hukum, berarti secara implisit berbicara pula tentang keadilan.

Memang harus diakui, hukum dan keadilan begitu erat kaitannya (yang kalau di Indonesia, sama eratnya hukum dan politik) sehingga rasanya seolah-olah tidak masuk akal kalau orang berbicara tentang hukum lepas dari konteks keadilan.

Prof JE Sahetapy dalam bukunya "Runtuhnya etik hukum" mengatakan bahwa "Tidak mengherankan kalau acap kali hukum dijumbuhkan dengan keadilan. Penjumbuhan yang demikian akan sangat berbahaya sebab hukum dengan sendirinya tidak selalu harus adil".

Hukum adalah sesuatu yang universal (bersifat umum) mengikat semua orang, makanya dalam hukum pidana senantiasa didahului dengan frasa "Barang siapa..." atau "Setiap orang..."  Ini bemakna tidak pandang bulu, siapa saja, yang melakukan tindak pidana, maka harus dihukum.

Berbeda halnya dengan keadilan, yang sifatnya individualistik, boleh jadi menurut terpidana, bahwa vonis yang dijatuhkan kepadanya sudah adil sesuai dengan apa yang telah dilakukannya, akan tetapi belum tentu adil menurut korban.

Misalnya, perkara korupsi Zumi Zola yang divonis oleh majelis hakim 6 tahun penjara dan denda 500 juta rupiah. Menurut terpidana Zumi Zola, bahwa hukuman itu sudah setimpal dengan apa yang telah dilakukannya bahkan mungkin sangat berat buat dia akan tetapi teman-teman dari ICW menginginkan supaya Zumi Zola dihukum 10 tahun penjara agar memberi efek jera baginya.

Vonis di atas adil menurut pelaku akan tetapi tidak adil bagi teman-teman dari ICW atau mungkin juga tidak adil bagi Anda dan masyarakat Indonesia lainnya.

Adil itu abstrak senantiasa dirasakan namun tak tampak, ibarat angin tidak terlihat namun dapat dirasakan, maka tidak heran ketika Anda melihat hakim pengadilan usai memvonis terdakwa, jadi buah bibir dari korban kejahatan dan keluarganya disebabkan oleh rasa yang tidak adil.

Penulis berpandangan, bahwa hukum buah pikiran manusia tidak akan pernah dirasakan adil, paling optimal mendekati keadilan sebab yang paling adil hanya Allah SWT sama halnya dengan Ilmu pengetahuan yang tidak identik dengan kebenaran, paling optimal mendekati kebenaran sebab yang paling benar hanya Allah SWT. Wassalam. (****)

*)Penulis Adalah Penyidik Senior Polres Palopo

Nurdin SH. TIDAK satu pun pakar hukum di dunia yang dapat mendefinisikan hukum itu secara lengkap serta memuaskan semua pihak. Demikian...

OPINI NURDIN SH: Lain di Bibir, Lain di Hati

Nurdin
Nurdin SH,
PROF Rhenald Kasali (guru besar bidang ilmu manajemen Fakultas Ekonomi UI) dalam bukunya "Re-Code Your Change DNA" adalah sub bab yang topiknya mengenai "keterbukaan dalam tekanan".

Dengan ulasan yang mudah dimengerti, beliau mengemukakan bahwa "Anda tidak pernah kalah dan gagal, tetapi suatu ketika Anda harus menerima kenyataan ini; kalah/rugi atau gagal."

Dampak terhadap diri Anda menurut beliau, satu dari dua kemungkinan, yang pertama; saya akan sangat memikirkannya, sebab tidak seharusnya saya alami hal seperti itu.

Kemudian yang kedua; saya harus menerimanya, saya tutup pintu, lalu mulai bekerja lagi, lupakan segala kejadian itu.

Terkait dengan apa yang dijelaskan di atas, maka penulis dan mungkin juga Anda akan memilih pada bagian kedua yaitu; saya harus menerimanya, saya tutup pintu, lalu mulai bekerja lagi, lupakan segala kejadian itu.

Mengapa penulis memilih bagian kedua? Oleh karena, penulis yakin dan seyakin-yakinnya, dengan janji Allah SWT kepada kita semua; "Fa Inna Maal Usri Yusraa, Inna Maal Usri Yusraa" (Sesungguhnya di dalam kesulitan akan muncul kemudahan, di dalam kesulitan akan muncul kemudahan).

Yang tentunya janji di atas adalah sesuatu yang pasti berbeda dengan janji manusia atau istilah sekarang "(Janji Pilkada)" yang terkadang lain di bibir lain pula di hati, semakin banyak janji semakin banyak pula yang diingkari.

Pilihan bagian kedua; yaitu kita harus menerima apapun kegagalan yang kebetulan kita alami sebab Allah SWT tidak akan menganiaya makhluk ciptaannya, semua pasti ada hikmahnya yang jauh lebih besar.

Namun terkadang kita tidak mengetahuinya, sebab manusia penuh dengan keterbatasan, berbeda halnya dengan Allah SWT yang maha mengetahui lagi maha penyayang.

Kegagalan yang kebetulan kita alami pasti karena Allah SWT sangat menyayangi kita, yang jika kegagalan itu tidak kita alami, mungkin saja kita akan mengalami hal yang jauh lebih buruk.

Selanjutnya Prof Rhenald Kasali, mengatakan bahwa orang yang memilih bagian pertama, maka Anda adalah tipe manusia pencemas, mudah gelisah, putus asa dan kuatir yang berlebihan.

Dan penulis menambahkan sebagaimana yang diungkapkan oleh Muchtar Lubis (wartawan senior), bahwa Anda tidak termasuk dalam salah-satu orang Indonesia yang mempunyai kelebihan yaitu mampu tersenyum di atas penderitaannya.

Perubahan yang Anda alami tentu akan menimbulkan tegangan-tegangan, dan apa yang terjadi pada diri Anda saat ini boleh jadi akibat perilaku atau perbuatan dimasa lalu yang di dalam ilmu hukum dikenal dengan teori pembalasan.

Untuk itu, apa boleh buat Anda harus meningkatkan "sense of humor" (selera humor) dalam menghadapi realitas kehidupan, jangan menjadi penyebab muram durja, mengutuk semua orang yang menyebabkan kegagalan itu.

Dan paling mengerikan atau akan lebih seram lagi ketika Anda menyesali takdir Allah SWT. Wassalam. (****) 

*) Penulis Adalah Penyidik Senior Polres Palopo.

Nurdin SH, PROF Rhenald Kasali (guru besar bidang ilmu manajemen Fakultas Ekonomi UI) dalam bukunya "Re-Code Your Change DNA" ...

270 Napi Lapas Palopo Terima Remisi Natal

Kalapas
Indra Sofyan.
AKSELERASI- Menyambut perayaan Natal tahun ini, sebanyak 270 narapidana (napi) Lapas Kelas IIA Palopo, akan mendapat remisi. Dari 270 napi tersebut, dua diantaranya memperoleh remisi bebas.

Informasi itu, diungkapkan Kepala Lapas Kelas IIA Palopo, Drs Indra Sofyan MS MAP, Senin (3/12/2018), di ruang kerjanya.

"Jumlah keseluruhan napi penerima remisi, yakni 270 orang menerima pengurangan masa tahanan, sedang dua napi lainnya, langsung bebas. Dari 270 napi tersebut, 53 merupakan napi beragama Kristen," terang Indra Sofyan.

Lapas Kelas IIA akan menggelar perayaan Natal, Kamis (6/12/2018) mendatang. Sebagai bentuk toleransi, selama seharian full Lapas Palopo akan non-stop membuka jam besuk. Saat perayaan Natal, jam besuk tidak dibatasi.

Untuk diketahui, daya tampung Lapas Kelas IIA Palopo, saat ini mengalami over kapasitas. Lapas yang punya daya tampung 395 orang, kini diisi sebanyak 700 warga binaan.

"Kondisi lapas sekarang, penuh sesak. Itu terlihat banyaknya penghuni yang telah melebihi kapasitas. Normalnya, daya tampung kita 395 orang. Jumlah penghuni lapas saat ini, 700 orang yang terdiri 110 berstatus tahanan dan 590 berstatus napi," rinci Indra Sofyan.

Kendati over kapasitas, Lapas Kelas IIA Palopo, berhasil merebut juara satu kategori pembinaan terhadap dua napi titipan asal Poso yang tersangkut kasus terorisme. Penghargaan itu diberikan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Kemenkumham RI dan yayasan dari luar negeri Unitee Nations Office on Drags and Crime (UNODC). "Ajang ini, diikuti empat rutan/lapas se Indonesia, dan Lapas Palopo juara satu," ucap Indra Sofyan.

Sukses meraih juara satu, membuas Lapas Kelas IIA Palopo mendapat panggilan mengikuti pelatihan Proson Leadiship Training and Managing, Violent Extremit Prisionest and Preventing Radikalitation to Violence in Prison, yang akan digelar, 26-30 November 2018, di Cipinang. (ARI)

Indra Sofyan. AKSELERASI-  Menyambut perayaan Natal tahun ini, sebanyak 270 narapidana (napi) Lapas Kelas IIA Palopo, akan mendapat remi...

Bantu Anak Yatim, Kapolres Palopo & Istri Kunjungi Panti Asuhan Nurhidayah

Kapolres Palopo
Kapolres Palopo, AKBP Ardiansyah SIk MH, mengangkat beras saat berkunjung ke Panti Asuhan Nurhidayah.
AKSELERASI- Jiwa sosial yang tinggi kembali diperlihatkan Kapolres Palopo, AKBP Ardiansyah SIk MH, beserta istri, dan jajarannya. Dimana, Jumat sore (30/11/2018) tadi, ia bersama dengan rombongan mengunjungi Panti Asuhan Nurhidayah, Jln Yos Sudarso, Kelurahan Pontap, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo.

Bukan kali ini saja kapolres yang baru beberapa bulan menjabat di Palopo ini menggelar anjangsana membantu anak yatim. Beberapa waktu lalu, kegiatan serupa telah digelar di sejumlah panti asuhan, termasuk mengunjungi warga miskin atau kurang mampu dengan menyalurkan bantuan barang kebutuhan pokok.

Saat menuju Panti Nurhidayah, AKBP Ardiansyah mengangkat beras dengan kedua tangannya untuk disumbangkan ke pengurus yayasan. Sementara, istrinya menenteng dua rak telur untuk diberikan ke anak yatim yang mendiami pondok. Kehadiran kapolres dan rombongan, disambut penuh kebahagiaan dan keceriaan anak-anak panti.

"Saya dapat laporan, di panti ini (Nurhidayah, red) menampung kurang lebih 14 anak yatim piatu. Sudah menjadi kewajiban kita, membantu sesama manusia, terlebih mereka anak-anak yang sudah tidak memiliki orangtua," ucap AKBP Ardiansyah.

Sesudah menyerahkan bantuan ke pengurus yayasan, kapolres dengan sikap kebapaannya, meladeni foto bersama dengan anak-anak panti tersebut. "Insya Allah, mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat bagi anak-anak kita di panti ini," tutur Kapolres AKBP Ardiansyah.

Sebelum bergegas meninggalkan panti, Ketua Yayasan Panti Nurhidayah, H Abdullah, bersyukur dan berterimakasih atas kedatangan rombongan Kapolres Palopo ke tempatnya. "Kita doakan, Pak kapolres sehat selalu dalam menjaga situasi Kamtibmas di Palopo," beber Abdullah. (RLS/TOM)

Kapolres Palopo, AKBP Ardiansyah SIk MH, mengangkat beras saat berkunjung ke Panti Asuhan Nurhidayah. AKSELERASI- Jiwa sosial yang ting...

OPINI NURDIN SH: Prasangka Negatif

Nurdin
Nurdin SH.
SANGAT menarik apa yang diutarakan Prof Sarlito Wirawan Sarwono (pakar psikologi sosial UI), dalam salah-satu bukunya yang berjudul "Psikologi Prasangka Orang Indonesia."

Bagi Prof Sarlito, prasangka mempunyai fungsi heuristic (jalan pintas) yaitu langsung menilai sesuatu tanpa memprosesnya secara terinci dalam alam pikiran (kognisi) kita.

Gunanya adalah agar kita tidak terlalu lama membuang waktu dan energi untuk sesuatu yang sudah terlebih dahulu kita ketahui dampaknya.

Kalau itu suatu hal yang berbahaya (misalnya rampokan), bisa jadi kita sudah celaka atau keluarga kita mungkin akan meninggal dunia kalau tidak ada satupun dokter yang kita percaya di kota kita ketika keluarga kita sedang sakit parah.

Masalahnya, adakalanya, bahkan sering kali, orang berprasangka negatif yang berlebihan sehingga tidak rasional lagi dan akhirnya membuat keputusan yang keliru. Orang yang disangka maling bisa dikeroyok dan dibakar hidup-hidup, padahal belum tentu ia benar-benar maling.

Begitulah orang Indonesia akhir-akhir ini sering dianggap semakin berprasangka negatif terhadap apapun, di berbagai sektor kehidupan, seperti para elite politik yang saling berprasangka. Celakanya, prasangka ini seringkali berujung pada tindakan emosional yang sangat merugikan.

Inilah kemudian yang menurut Prof Achmad Ali, bahwa prasangka negatiflah yang banyak melanda dan mewabah bangsa kita di era yang tiba-tiba drastis ingin didemokrasikan seketika, "Sim sim salabim".

Sopan santun dan keramahtamahan yang dulunya merupakan karakteristik bangsa Indonesia, berubah drastis dalam euforia kebablasan yang berwujud kekerasan, tawuran antar mahasiswa sekampus, tawuran antar pendemo dengan Polisi.

Sialnya, karena ada segelintir orang yang turut mengompori kultur kekerasan dan peningkatan tingkat prasangka negatif itu utamanya terhadap aparat hukum seperti Polisi.

Dan disaat yang bersamaan, muncul sosok yang menampilkan diri sebagai seorang yang sangat tahu akan 1001 masalah termasuk masalah hukum, setelah ditelusuri ternyata sosok itu bukan dari disiplin ilmu hukum.

Jangankan dari disiplin ilmu pengetahuan lain, dalam ilmu hukum saja terbagi, hukum perdata, pidana, tata negara dan lain sebagainya, yang satu sama lain tidak elok saling mengomentari satu sama lain.

Seorang pakar hukum tata negara misalnya, tentu tidak etis berbicara terlalu jauh tentang hukum pidana, begitupun sebaliknya dan seterusnya, sebab terdapat perbedaan prinsip baik hukum formilnya maupun materilnya.

Contoh konkrit : Asas Beyond Reasonable Doubt (Hakim memidana terdakwa dengan dua alat bukti yang sah ditambah dengan keyakinannya). Asas ini ranahnya hukum pidana sehingga akan lebih mudah dipahami apabila dijelaskan oleh pakar hukum pidana.

Begitupun dalam hukum perdata, dikenal dengan asas Preponderance of Evidence (Hakim memutus perkara cukup dengan alat bukti saja), keyakinan hakim dikesampingkan. Asas ini akan lebih baik ketik dijelaskan oleh pakar hukum perdata.

Untuk itu senantiasalah menyerahkan sesuatu itu kepada ahlinya. Oleh karena, bagi yang beragama Islam, Nabi Muhammad SAW sudah mengingatkan kita dengan salah satu sabdanya; "Jika amanat telah disia-siakan, tunggu saja kehancuran terjadi." Ada seorang sahabat bertanya; ‘bagaimana maksud amanat disia-siakan? Nabi menjawab; Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancuran itu (HR Bukhari). (****)

*) Penulis Adalah Penyidik Senior Sat Reskrim Polres Palopo

Nurdin SH. SANGAT menarik apa yang diutarakan Prof Sarlito Wirawan Sarwono (pakar psikologi sosial UI), dalam salah-satu bukunya yang be...

Gelar Operasi Cipkon, Polres Palopo Amankan Ratusan Liter Ballo

Miras
Ratusan liter miras tradisional jenis ballo disita Polres Palopo dalam operasi cipta kondisi.
AKSELERASI- Guna menekan tindak kriminalitas, jajaran Polres Palopo, Sabtu (24/11/2018), menggelar Operasi Cipta Kondisi (Cipkon), di sejumlah titik. Alhasil, ratusan minuman keras (miras) tradisional jenis ballo (tuak, red) berhasil disita. Operasi Cipkon Polres Palopo, digelar untuk menyambut hari raya Natal dan tahun baru.

Kasat Reskrim Polres Palopo, AKP Ardy Yusuf, saat dihubungi Minggu pagi tadi, 25 November 2018, membenarkan penangkapan miras tersebut. Menurutnya, ratusan liter ballo itu diamankan di Pajalesang, Jln Rusa, Jln Veteran, Jln Tandipau, Jln Cengkeh, dan kompleks Perumnas Balandai, Palopo.

"Miras merupakan pemicu nomor satu tindak kriminalitas, 90% aksi kriminal dipicu pengaruh miras. Nah, melalui Cipkon ini sasaran utama kita miras, serta penyakit patologi sosial lainnya," terang AKP Ardy Yusuf.

Tak hanya barang bukti ratusan liter miras, aparat turut serta menggelandang pemilik warung yang menjual ballo. Mereka didata lalu diberi pembinaan, agar tidak lagi menjual miras. (ARI) 

Ratusan liter miras tradisional jenis ballo disita Polres Palopo dalam operasi cipta kondisi. AKSELERASI - Guna menekan tindak kriminali...

Kapolres Palopo Sedekah ke Anak Yatim

AKBP Ardiansyah
Kapolres Palopo, AKBP Ardiansyah memikul sendiri bantuan beras yang akan disalurkan ke panti asuhan.
AKSELERASI- Ini salah-satu sisi sosial yang dimiliki Kapolres Palopo, AKBP Ardiansyah SIk MH. Bersama dengan istrinya, Risa Febrianti, ia menyedekahi anak yatim.

Bahkan, Jumat (23/11/2018) pagi tadi, kapolres yang baru menjabat satu bulan lebih di Palopo itu, memikul langsung bahan bantuan yang akan disalurkan ke Panti Asuhan Nur Ilahi Palopo.

"Meski nilainya tak seberapa, tetapi ini merupakan bentuk rasa peduli kita bersama untuk mereka (para anak yatim, red) yang memang memerlukan uluran tangan dari kita semua," ucap AKBP Ardiansyah.

Informasi yang didapatkan di lokasi, bantuan yang terdiri beras, telur, mie instan, dll, diterima Ketua Yayasan Panti Nur Ilahi, Suarsi. (ARI)


Kapolres Palopo, AKBP Ardiansyah memikul sendiri bantuan beras yang akan disalurkan ke panti asuhan. AKSELERASI- Ini salah-satu sisi so...

Kapolres Palopo dan Personil Gelar Donor Darah

Kapolres
Kapolres Palopo, AKBP Ardiansyah SIk MH, saat mengikuti donor darah.
AKSELERASI- Kegiatan donor darah digelar Kapolres Palopo, AKBP Ardiansyah SIk MH, dan jajarannya, Kamis (22/11/2018) lalu, di Aula Mako Polres Palopo.

Dihubungi Jumat (23/11/2018), Kapolres AKBP Ardiansyah menjelaskan, donor darah massal tersebut, dilaksanakan sebagai wujud kepedulian terhadap sesama.

"Bhakti Kesehatan Polres Palopo ini, kita gelar kemarin seusai apel jam pimpinan," imbuh AKBP Ardiansyah.

Donor darah massal ini mengangkat tema "Polres Palopo Bersama Masyarakat Menciptakan Suasana Pileg dan Pilpres 2019 yang Sejuk, Aman, dan Damai". Tujuannya, membantu ketersediaan stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Palopo. (ARI) 

Kapolres Palopo, AKBP Ardiansyah SIk MH, saat mengikuti donor darah. AKSELERASI- Kegiatan donor darah digelar Kapolres Palopo, AKBP Ardi...

OPINI NURDIN SH: Mulutmu Harimaumu, Perspektif Psikologi Hukum

Nurdin
Nurdin SH.
MASIH hangat pembicaraan mengenai peristiwa pembunuhan yang menimpa satu keluarga yang terjadi di Kota Bekasi. Peristiwa itu mewarnai pemberitaan baik media cetak maupun media elektronik di tanah air.

Korbannya adalah Diperum Nainggolan (suami), Maya Boru Ambarita (istri), Sarah Boru Nainggolan (anak pertama), dan Arya Nainggolan (anak kedua).

Sementara yang diduga kuat sebagai pelaku adalah Haris Simamora yang tidak lain adalah merupakan adik kandung dari korban Maya Boru Ambarita.

Berdasarkan pemberitaan, motif pelaku yang tega melakukan pembunuhan itu, disebabkan karena dendam! Korban sering menghina pelaku dengan mengatakan "Tidak berguna". Selain itu, korban pernah membangunkan pelaku dari tidurnya dengan menggunakan kaki.

Pembunuhan yang tergolong sadis itu, erat kaitannya dengan ilmu psikologi hukum, yang menurut Drever JA, bahwa psikologi hukum merupakan cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari hukum sebagai suatu perwujudan dari perkembangan jiwa manusia.

Prof Achmad Ali dalam salah satu tulisannya, beliau mengatakan, bahwa salah satu manfaat psikologi hukum adalah mampu melakukan prediksi, dan analisis terhadap pelaku suatu kejahatan tertentu. Misalnya, kasus hukum yang terkenal "serial killer" (pembunuhan berantai) dalam kasus Edgar vs California.

Edgar merasa tidak pernah dihargai oleh istrinya. Perasaan tidak dihargai terus menerus, membuat trauma akhirnya ia berselingkuh dengan wanita lain dan setiap pasangan selingkuhnya dibunuh. Sebab ia senantiasa terbayang dengan wajah istrinya yang tidak menghargainya itu.

Setelah 12 wanita yang ia bunuh dalam kurun waktu 2 tahun, barulah kemudian Edgar tertangkap berkat bantuan psikologi kepolisian.

Psikologi hukum juga mampu melakukan analisis terhadap faktor-faktor kejiwaan terhadap individu ataupun kelompok yang bersifat agresif, brutal, dan merusak.

Jika si yang bersangkutan dapat lebih cepat berobat (konsultasi dengan psikiater) dan menyembuhkannya, maka berarti psikologi mampu mencegah terjadinya tindak pidana.

Namun, makna yang paling penting dari kejadian di atas, adalah agar kita senantiasa menjaga lidah, tidak memandang rendah dan tidak mudah menghina orang lain. Misalnya,  memanggil orang yang bukan namanya, "Oeee...kurus," hanya karena kebetulan dia kurus.

Sebab boleh jadi yang bersangkutan tidak menerima panggilan itu dan menjadi malapetaka buat Anda dan juga keluarga. Itulah yang terjadi di Kota Bekasi dan "serial killer" dalam kasus Edgar vs California.

Penulis ingin mengingatkan kembali sebagai bahan renungan, pepatah yang mengatakan, bahwa ”Mulutmu Harimaumu” artinya segala perkataan yang terlanjur kita keluarkan apabila tidak dipikirkan dahulu akan dapat merugikan diri sendiri.

Sebab, jarang orang tertimpa bencana karena tergelincir kakinya, tetapi banyak orang tertimpa bencana karena tergelincir lidahnya. Demikian penggalan syair penyair Arab Al-Hashimi. Wassalam. (****)

*) Penulis Adalah Penyidik Senior Sat Reskrim Polres Palopo

Nurdin SH. MASIH hangat pembicaraan mengenai peristiwa pembunuhan yang menimpa satu keluarga yang terjadi di Kota Bekasi. Peristiwa itu...


Top