ads

Slider[Style1]

Politik

Metro

Hukum

Daerah

Olahraga


MAKASSAR- Sebagai lembaga pendamping yang konsen pada bidang peningkatan kualitas pertanian di Provinsi Sulawesi Selatan, FASCO Institut Indonesia hingga kini semakin eksis menjalankan program petani berdaulat yang bertujuan 'memerdekakan' petani dari cengkraman para tengkulak. 

Direktur Eksekutif FASCO Institut Indonesia, Firman Noer, kepada awak media, Rabu (14/10/2020), membeberkan dalam pendampingan ke petani, terdapat tiga sasaran prioritas yang menjadi tugas FASCO Institut. Pertama, memfasilitasi permodalan petani, kedua membantu petani dari segi penerapan teknologi, dan yang ketiga, membantu masyarakat memasarkan hasil pertaniannya. 

"Jadi, untuk penyediaan modal petani, sekarang ini FASCO Institut telah MoU dengan Bank Sulselbar lewat penyaluran KUR program Petani Berdaulat. FASCO Insitut dan Bank Sulselbar menyiapkan plafon KUR ke debitur/petani sebesar Rp12.500.000 per Hektar sesuai RAB. Sementara untuk teknologi-nya, FASCO bersama Bank Sulselbar telah kerja sama dengan PT Benih Jatim Nusantara (BJN) untuk pembelian benih/bibit, kemudian kerja sama PT Natural Nusantara (Nasa) untuk pembelian Saprotan (pupuk organik), serta bekerjasama CN An-Nissa untuk pembelian pupuk makro/kimia. Nah, dengan fasilitas itu petani bisa mengolah lahan sekaligus memasarkan produksinya dengan harga layak," imbuh Firman Noer. 

Dalam memasarkan hasil panen petani, FASCO Institut menunjuk PT BJN selaku offtaker yang akan membeli seluruh hasil panen petani yang berada di bawah binaan FASCO. Selanjutnya, pembayaran KUR ini melalui skema auto debet dari rekening petani berdasarkan laporan perhitungan hasil panen dari PT BJN selaku offtaker. "Sisa dari pembayaran KUR di rekening ini-lah yang akan menjadi keuntungan hasil panen petani," papar Firman Noer.

Sekedar tambahan, untuk saat ini pendampingan yang dilakukan FASCO Institut lebih mengarah pada varietas tertentu, yakni komoditas jagung. FASCO Institut kini memiliki petani binaan di sejumlah daerah di Sulsel, beberapa daerah yang akan tersentuh KUR petani berdaulat FASCO Institut bekerjasama Bank Sulselbar di awal musim tanam penghujung 2020, yakni Kabupaten Luwu, Pinrang, dan Sidrap. Di Luwu, FASCO Insitut merilis data jumlah debitur sebanyak 150 petani dengan luas lahan sekitar 184 Ha berada di Kecamatan Bajo Barat. Sementara luas lahan binaan FASCO Intitut di Sidrap sebanyak 80 Ha, dan Pinrang direncanakan 50 Ha. 

FASCO Institut Indonesia yang berkedudukan di Kota Makassar, resmi didirikan pada tahun 2018. Setahun sebelumnya, lembaga ini pertama hadir di tahun 2017 dengan nama Komunitas Peduli Petani. Lembaga ini, berkomitmen membantu meningkatkan kualitas dan kuantitas pertanian di daerah. (RLS) 

About koranakselerasi

OnlineAkselerasi.com juga beredar dalam versi cetak (Koran Akselerasi) yang beredar di wilayah Luwu Raya dan Toraja. Semoga, kehadiran media ini, dapat menambah khasana bacaan masyarakat yang lebih edukatif dan mendidik.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Top