ads

Slider[Style1]

Politik

Metro

Hukum

Daerah

Olahraga

Hilarius, warga Palopo yang mengalami pengeroyokan di Towuti.
AKSELERASI- Kejadian pengeroyokan dan penikaman menimpa, Hilarius (32), warga Jalan Anggrek, Kota Palopo, Selasa (4/12/2018) lalu, di Mahalona, Kabupaten Luwu Timur. Pelaku penganiayaan pria yang berprofesi sebagai sopir angkutan itu disebutkan berjumlah 15 orang, dan hingga saat ini tak satupun diantara pelaku yang diamankan polisi.

"Kronologisnya, salah-satu pelaku meminta saya mengantarkan barangnya di sebuah warung yang berada di Desa Pekaloa, Kecamatan Towuti. Setelah saya antar barang itu, Edi menghubungi saya dan mengatakan barang yang dititip di warung tersebut raib, jadi saya langsung kembali ke lokasi untuk mengecek kabar tersebut," kisah Hilarius.

Namun, saat Hilarius tiba di warung barang yang disebutkan hilang masih ada dan utuh. Pada saat itu, Edi juga berada di tempat.

"Saya langsung sampaikan ke Edi, bahwa barangnya masih ada. Tetapi, ketika saya hendak pulang ia (pelaku, red) memaki dan langsung menikam paha sebelah kiri saya," aku Hilarius saat ditemui di RS Bintang Laut, Kamis (6/12/2018) malam tadi.

Rekan-rekan pelaku lainnya langsung ikut melakukan pengeroyokan terhadap Hilarius, wajah korban babak belur dihajar Edi dan kawan-kawan.

Kasus penganiayaan berat yang dialami Hilarius, langsung dilaporkan rekan korban yang bernama Arki, ke Polsek Towuti, dengan laporan nomor: STBL/56/XII/2018/SPKT.

"Saya selaku rekan dan mewakili keluarga korban meminta aparat Kepolisian cepat mengamankan para pelaku. Jika tidak ada penanganan lebih lanjut dari polsek, masalah ini akan kami bawa ke Polres Luwu Timur," tegas Awaluddin. (ARI)


About koranakselerasi

OnlineAkselerasi.com juga beredar dalam versi cetak (Koran Akselerasi) yang beredar di wilayah Luwu Raya dan Toraja. Semoga, kehadiran media ini, dapat menambah khasana bacaan masyarakat yang lebih edukatif dan mendidik.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment


Top